Tahukah Anda?  Kismis Merupakan Pengawet Alami Untuk Makanan !! – Kismis (raisin) berasal dari buah anggur yang dikeringkan tapi menggunakan buah anggur yang tidak berbiji dengan jenis Vinifera. Anggur jenis ini memiliki kulit tipis, tidak berbiji, aroma dan rasanya sangat manis. 
Oleh karena itu, buah ini lebih mudah di keringkan tidak perlu menambahkan gula sebagai pengawet.
Proses pengeringan buah anggur dapat dilakukan secara alami menggunakan panas sinar matahari atau dapat juga menggunakan oven. Proses ini dilakukan hingga kadar air mencapai 15 – 18 gram dan kadar gula 68 – 70 gram per 100 gram kismis. Kismis dengan kualitas bagus memiliki warna coklat kehitaman dan keemasan.

Konsumsi Kismis Dapat Menghambat LDL

Kismis mengandung senyawa yang dapat melawan bakteri penyebab kerusakan gigi dan gusi. Senyawa asam oleanolik mampu menghambat pertumbuhan dua spesies bakteri penghuni mulut, yaitu streptococcus mutans penyebab timbulnya plak dan kerusakan gigi serta porphyromonas gingivalis penyebab penyakit periodontal. Senyawa tersebut efektif melawan bakteri pada konsentrasi 200 – 1000 mikrogram per milliliter.

Dengan demikian, anggapan seseorang bahwa makanan yang lengket di gigi sangat tidak baik, tidaklah benar pada kismis ini. Kismis walaupun mengandung gula dan bersifat lengket di gigi, ternyata memiliki kemampuan menghalau pertumbuhan mikroba perusak gigi dan gusi. Dengan kata lain mengkonsumsi kismis jauh lebih baik dari makan permen, apalagi kandungan gizinya yang jauh lebih tinggi dari permen.

Dengan mengkonsumsi kismis setiap hari selama 4 minggu dapat meningkatkan kapasitas antioksidan plasma yang dapat menurunkan laju oksidasi LDL ( kolesterol jahat ). Penghambatan laju oksidasi LDL sangat bermanfaat untuk peningkatan kesehatan kardiovaskular dan mencegah penyakit degeneratif.

Kismis merupakan bahan pangan olahan yang berasal dari buah anggur yang kaya antioksidan. Cathecin (salah satu jenis fenolik yang bersifat sebagai antioksidan) pada kismis dapat mengurangi terbentuknya tumor hingga 70 persen.

Kandungan serat pada kismis yaitu 5,3 gram dalam 100 gram kismis, seratnya dapat mengikat asam empedu dan membuangnya ke luar tubuh melalui proses buang air besar. Asam empedu adalah hasil akhir dari proses metabolisme kolesterol. Dengan semakin banyaknya asam empedu yang terbuang, semakin banyak pula kolesterol yang terurai untuk pembentukan kembali asam empedu. Hal tersebut secara otomatis menurunkan kadar kolesterol  secara perlahan – lahan. Dengan begitu Anda akan terhindar dari jantung koroner dan kanker.

Kismis mengandung sejumlah inulin, yaitu sejenis karbohidrat yang mengandung serat. Selain pada kismis, inulin juga terdapat pada bawang merah, bawang putih dan gandum. Inulin tidak dapat di cerna dalam usus kecil, sehingga langsung menuju usus besar ( kolon ) dalam keadaan utuh. Didalam usus besar, inulin di fermentasi oleh sejumlah mikroflora menghasilkan senyawa yang mendorong pertumbuhan mikroflora baik (lactobacillus dan bifidobacteria) dan menekan pertumbuhan mikroflora jahat ( escherichia coli dan staphylococcus). 

Setiap ¼ cangkir kismis California mengandung 1,5 gram inulin yang berperan sebagai prebiotik ( perangsang pertumbuhan bakteri baik ), penurun kolesterol, meningkatkan sistem imun serta memelihara kesehatan usus, terutama usus besar.  Sejumlah penelitan telah membuktikan bahwa inulin merupakan prebiotik baik, yang berfungsi meningkatkan efesiensi penyerapan kalsium dan mencegah osteoporosis.

Kombinasi seratpangan dan asam tartarat pada kismis sangat bermanfaat untuk memelihara fungsi dan kesehatan kolon. Asam tartarat banyak terdapat pada kismis, buah anggur, dan buah asam jawa (tamarin).  Konsumsi satu cangkir kismis setiap hari dapat meningkatkan keasaman kolon dan menurunkan transit sisa makanan di dalam kolon. Penurunan waktu transit sisa makanan di dalam kolon sangat penting untuk mengurangi kesempatan kontak antara senyawa beracun dengan dinding kolon, sehingga sangat efektif mencegah kanker kolon.

Kismis Dapat Di Jadikan Pengawet Makanan Alami

Tahukah Anda?  Kismis Merupakan Pengawet Alami Untuk Makanan !!

Ekstrak dapat menghambat pertumbuhan mikro organisme patogen penyebab penyakit, seperti listeria monocytogenes, escherichia coli 0157:H7 dan staphhylococcus aureus. Dengan demikian, penambahan kismis kedalam berbagai makanan dapat digunakan sebagai pengawet alami, yaitu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan perusak makanan. Itulah sebabnya kismis sering dicampurkan kedalam roti, selain sebagai pemberi rasa manis juga sebagai pengawet

Penambahan kismis kedalam makanan berbasiskan daging kornet dan sosis dapat mengurangi penggunaan nitrat. Penambahan nitrat kedalam daging di maksudkan untuk mempertahankan warna merah sekaligus sebagai pengawet sekaligus sebagai pengawet daging. Didalam tubuh nitrat berikatan dengan senyawa amin ( dari protein ) membentuk nitrosamin, suatu senyawa yang bersifat karsinogenik ( penyebab kanker ).

Dengan demikian, penambahan  kismis kedalam berbagai resep makanan selain menambah cita rasa yang khas dari suatu makanan, juga dapat mengawetkan makanan tersebut. Dengan alasan itulah, saat ini banyak resep makanan yang menambahkan kismis kedalamnya.
Kismis dapat di jadikan sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari  -hari. Setiap 100 gram kismis terdapat energi sekitar 300 kkal. Dengan demikian, kombinasi antara kismis dan roti akan memberikan sumbangan energi yang cukup berarti. Kandungan energi yang cukup tinggi itu berasal dari karbohidrat, khususnya gula.

Selain rasa manis dari kismis, kismis juga sedikit berasa asam. Kismis mengandung asam organik yaitu asam tartarat. Kandungan asam tartarat per 100 gram kismis adalah 1,5 – 2,2 gram. Selain memberikan rasa segar, dengan adanya asam tartarat ini dapat menghalau mikroba yang tidak tahan dengan rasa asam.

Beberapa hal yang harus di perhatikan agar mendapatkan manfaat dari kismis secara maksimal adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mempertahankan aroma, warna dan nilai gizi kismis hingga lebih dari lima bulan, kismis sebaiknya di simpan pada suhu 7,5⁰C atau kurang, serta kelembapan udara relatif 45 – 55 persen.
  2. Hindari menyimpan kismis bersama – sama dengan bahan – bahan berbau harum menyengat. Kismis mudah tercemar oleh aroma yang ada di sekitarnya.
  3. Kismis juga dapat di simpan dengan di bekukan di dalam frezzer, namun apabila akan di gunakan kismis harus di lunakkan terlebih dahulu, dengan cara membiarkannya pada suhu ruangan beberapa saat sebelum digunakan. Hindari mencuci kismis dengan air, kemungkinan zat gizinya akan hilang bersama cucian air tersebut.
  4. Jika kismis telah mengeras dan kering, maka rendam kismis dengan air panas selama 2- 5 menit. Jangan merendam kismis lebih dari lima menit karena aroma dan zat gizinya akan berkurang.
  5. Apabila kismis akan digiling atau dipotong – potong maka olesi pisau  pemotong atau pisau blender dengan minyak agar tidak lengket.

Kismis juga dapat diolah menjadi jus atau pasta. Jus di buat dengan mengekstrak kismis dengan air. Jus kismis dapat di tambahkan ke dalam berbagai produk makanan seperti produk susu, yogurt, es krim, permen, coklat, roti, sereal, cake, kue crakcer dan lain sebagainya.

Penambahan jus kismis ke dalam makanan tersebut digunakan sebagai penghambat pertumbuhan jamur, pengganti bahan pengawet untuk memperpanjang masa penyimpanan, pemanis untuk mengurangi penambahan gula, pemberi warna alami dan menambah cita rasa dari makanan tersebut.

Tabel Kandungan Gizi Kismis Per 100 gram

Zat Gizi
Jumlah
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Serat Pangan
Air
Kalsium
Tembaga
Besi
Magnesium
Mangan
Fosfor
Kalium
Natrium
Seng
Vitamin C
Vitamin B1
Vitamin B2
Niasin
Asam Pantotenat
Vitamin B6
Folasin
Vitamin A
Vitamin E
Biotin
300 kkal
3,3 gram
0,4 gram
79,2 gram
5,3 gram
15,4 gram
49,00 mg
0,31 mg
2,08 mg
33,00 mg
0,31 mg
97,00 mg
751,00 mg
12,00 mg
0,27 mg
3,30 mg
0,16 mg
0,09 mg
0,82 mg
0,05 mg
0,25 mg
3,30 mkg
8,00 IU
0,07 mg
4,00 mkg

Sumber : California Raisin Marketing Board
Sumber Info : DR

0 komentar

Post a Comment